Jumatan.org

Ikhlas Pondasi Amal

Rasulullah SAW. mewariskan kepada kita 3 hal, yang pertama mutu, yang kedua sifat yang unggul, dan yang ketiga adalah kualitas. Salat Rasulullah SAW. adalah salat yang bermutu, yang disebut dengan khusyuk. Rasulullah adalah pribadi yang unggul, yang disebut dengan zuhud. Dan amal Rasulullah adalah amal yang berkualitas yang disebut dengan ikhlas.

Ikhlas dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat penting, karena ia merupakan pondasi bagi setiap amalan seseorang. Karena itu renungan Jumat ini adalah IKHLAS, PONDASI AMAL.

Setidaknya ada tiga hal yang dapat kita renungkan, yang pertama adalah landasannya dalam al-Qur’an. Yang kedua kita akan memahami pengertian ikhlas, dan yang ketiga kita akan merenungkan mengapa ikhlas disebutkan sebagai pondasi amal.

Landasannya dalam al-Qur’an ada dalam surat al-Bayyinah(98):5

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Dan tidaklah mereka diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Dalam ayat ini paling tidak ada satu kaca kunci, مُخْلِصِينَ, (mukhlisina), asal katanya berarti murni setelah tercelup dalam kekeruhan (menurut Tafsir al-Mishbah). Karenanya menurut tafsir ini, ikhlas adalah memelihara hati agar benar-benar mengarah kepada Allah SWT. Inilah landasannya dalam al-Qur’an.

Lalu apa yang dimaksud dengan Ikhlas? dia berasal dari kholaso yang artinya murni atau jernih. Setidaknya ada empat arti ikhlas dalam bahasa Arab. Pertama, dia berarti Shofa atau jernih. Kedua naja atau selamat, Ketiga adalah Washala atau sampai dengan tujuan, dan keempat tajalla yang artinya memisahkan diri. Jadi rangkaiannya orang ikhlas adalah orang yang jernih, sukses dan selamat, orang yang sampai hingga tujuan hidupnya, dan orang yang memisahkan diri semata-mata menuju Allah SWT.

Lalu mengapa iklas disebut sebagai pondasi amal, setidaknya ada 4 alasan. Yang pertama karena ikhlas akan menentukan balasan atau ganjaran. Itulah mengapa Rasulullah SAW. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Bukhori

Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang akan didapatkan atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari Muslim)

Ini menunjukan bahwa niat itu akan menentukan balasan atau pahala. Dan itu juga mengapa iklas disebut sebagai pondasi amal. Yang kedua, mengapa disebut pondasi amal, karena ukuran kemurnian tauhid seseorang, dalam al-An‘a-m [6]: 162 disebutkan

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah bahwa sesungguhnya salat, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan Seru Sekalian Alam.”

Lillah secara bahasa, sedikitnya ada 3 huruf lam. Yang pertama adalah lam karena alasan. Lillahi, maksudnya karena Allah. Lam kedua mengandung makna tujuan. Disini artinya untuk Allah. Sedangkan yang ketiga mengandung makna kepemilikan, disini artinya milik Allah.

Katakanlah sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku karena Allah, untuk Allah (memiliki kesadaran bahwa kita semua milik Allah) dan pada akhirnya kembali karena Allah. Itulah mengapa iklas itu ukuran kemurnian tauhid seseoarang karena Allah, untuk Allah dan kesadaran bahwa dirinya adalah milik Allah dan semua akan kembali ke Allah.

Alasan yang ketiga mengapa iklas disebut pondasi amal, karena yang dilihat Allah adalah hati dan keikhlasannya. Hadis nabi bersumber dari Abu Khurairah:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ((إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ)). رواه مسلم

Artinya: Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim)

Jelaslah bahwa Ikhlas adalah sesuatu yang dilihat oleh Allah SWT. Argumen ini juga menjelaskan mengapa ikhlas sebagai pondasi bagi amal seseorang.

Alasan terakhir adalah karena ikhlas menjadi ukuran seseorang beragama secara lurus, sesuai dengan surat al-Bayyinah ayat 5 tadi. Bergama secara lurus, ada 3 syaratnya; (1) menyembah Allah dengan ikhlas (2) mendirikan salat dan (3) menunaikan zakat, maka itulah agama yang lurus. Inilah ikhlas menjadi landasan amal.


Disampaikan oleh Drs. KH. Hasanuddin Ibnu Hibban, MA. saat menjadi khatib di Bellagi Mall Kuningan Jakarta pada 6 Januari 2016.

Add comment

Jumatan.org – Alhamdulillah it’s Friday!

Mari berkontribusi dengan mengirimkan artikel keislaman atau cerita unik seputar salat Jumat ke redaksi@jumatan.org.

Berlangganan

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan tulisan Jumatan.org dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.